Tuesday, August 7, 2018

Serba Serbi Aktivitas RT04/RW10 Pamulang 2



Sejak lama memang Serba Serbi Aktivitas RT04/RW10  Pamulang 2 ini sudah mendarah daging di hati setiap warga. Kekompakan warga sudah tercipta sejak dulu. Kekompakan ini kemudian melahirkan kepedulian antar warga seperti layaknya sebuah keluarga besar. Sikap ini automatically ditunjukkan oleh warga dengan jalan secara spontan menyambut apa saja ide-ide yang positif yang dikemukakan oleh Pak RT dan Jajarannya,  sehingga tak pelak lagi aktivitas tersebut selalu berakhir dengan hasil yang sukses dan memuaskan.


Upaya Indonesia Pecahkan Record Guinnes Book of Records


Dokfoto: Bu RT04

Dengan mempersembahkan tarian milik Indonesia yang ditarikan oleh sebanyak 65.000 penari dari berbagai elemen Indonesia mengupayakan untuk memecahkan World Guinnes Book of Records.. Kegiatan positif ini diikuti oleh para pelajar, mahasiswa, TNI, Polri, Kementerian dan berbagai organisasi dalam menyambut Asian Games 2018.

Selain peserta yang tersebut di atas, juga partisipasi dari para anggota fitness center, sanggar senam, perwakilan lintas agama dan lingkuntan RT/RW serta ribuan perumahan ikut meramaikan acara ini. Harapan yang ditunggu hanya satu: Memecahkan World Guinnes Book of Records dengan persembahan tarian khas dari Maluku, Indonesia -- Poco-Poco -- dengan menampilkan 65.000 peserta pada hari Minggu pagi, tanggal 5 Agustus 2018-- pada saat Car Free Day (CFD) mulai dari Kawasan Monas hingga Jalan Thamrin -- Jenderal Sudirman.

kil Ketua Bidang Media dan Promosi upaya pemecahan rekor tari poco-poco Fernando Repi mengatakan, rekor tersebut belum resmi terpecahkan meskipun sekitar 65.000 orang telah menari poco-poco.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Upaya Indonesia Pecahkan Rekor Dunia Tari Poco-poco.... ", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/08/06/08084671/upaya-indonesia-pecahkan-rekor-dunia-tari-poco-poco.
Penulis : Sherly Puspita
Editor : Robertus Belarminus

Dokfoto: Bu RT04

Aku pun salah seorang warga yang setia, hehe...walaupun aku seperti seorang "Nomaden"acapkali ber-pindah-pindah rumah --  karena memiliki tiga orang anak tentu saja memiliki tiga rumah. Nah, sebagai seorang Ibu yang bahagia karena diperebutkan oleh anak-anak untuk bermalam di rumah mereka -- secara bergantian -- hal ini membuat aku happy.  Alhasil aku jarang sekali setiap harinya berada di alamatku sendiri yang selalu disebut oleh anak lelakiku (almarhum) sebagai Home Sweet Home.  Setelah kepergiannya tetaplah rumah itu menjadi satu-satunya milik kami yang akan terus menjadi Home Sweet Home.

Sebelum aku lebih jauh menceritakan segalanya tentang rumahku, yuk, kembali kita kepada judul postingan ini -- Serba Serbi Aktivitas RT-04/RW10 Pamulang 2.

Dokfoto: Bu RT04


Wakil Ketua Bidang Media dan Promosi upaya pemecahan rekor tari poco-poco Fernando Repi mengatakan, rekor tersebut belum resmi terpecahkan meskipun sekitar 65.000 orang telah menari poco-poco. "Ini masih proses (penilaian oleh Guinness World Records," ujar Fernando, ketika dihubungi Kompas.com, Minggu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Upaya Indonesia Pecahkan Rekor Dunia Tari Poco-poco.... ", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/08/06/08084671/upaya-indonesia-pecahkan-rekor-dunia-tari-poco-poco.
Penulis : Sherly Puspita
Editor : Robertus Belarminus
Kali ini aktivitas RT04/RW10  yang hebat dan cetar menjadi bagian yang sangat penting harus aku catat dalam blog ini. Kenapa? Karena partisipasi warga RT04/RW10 dalam sebuah ajang yang bisa menjadikan kita bangga luar biasa sebagai bangsa Indonesia . Betapa tidak! Mereka -- warga RT-04/RW10 yang aku maksud -- ada di antara 65.000 penari Poco-Poco itu --  Hebatnya! Bangganya! Jangan bosen karena aku bilang bangga melulu

Beberapa foto aku sertakan untuk melengkapi postingan ini. Foto-foto ini adalah dokumentasi Ibu Ketua RT04 RW10 Pamulang 2 yang aku comot dengan seizinnya. Pasti.


Dokfoto: Bu RT04

Dokfoto: Bu RT04


Dokfoto: Bu RT04

Lupakanlah sementara apa saja aktivitas serba-serbi itu karena, terus terang aku pun hampir tidak secara rutin mencatatnya dalam blogku. Tapi kali ini aku harus dan mesti memuatnya di sini. Kenapa? Karena satu kebanggaan bagi kita -- tahun ini -- Negara Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Dwi Tunggal Jokowi-JK menjadi sebuah negara yang cetar baik di dalam negeri maupun di manca negara dengan gebrakan-gebrakannya yang unpredictable. Memang ada segelintir manusia yang enggan mengakuinya, tapi sudahlah, jangan hiraukan mereka. Biarkanlah para individu itu dengan prinsip dan pikirannya masing-masing. Yang penting, beberapa kenyataan telah menunjukkan kita sudah menjurus menjadi sebuah Negara yang berwibawa dan disegani oleh dunia Luar Negeri.


Semoga upaya maksimal yang telah dilakukan 65000 penari/peserta dengan pakaian yang serba merah putih dan menarik itu akan membuahkan hasil, walaupun menurut Wakil Ketua Bidang Media dan Promosi Fernando Repi -- ini akan memerlukan proses panjang karena penilaian Guinnes World Records (GWR) akan sangat berbeda dengan proses penilaian MURI (Museum Rekor Indonesia)


Begitu ketatnya pengawasan Tim GWR. Setiap peserta yang masuk ke Kawasan Monas diberi barcode -- untuk memastikan jumlah peserta tak kurang dari 65,000 orang seperti yang diusulkan oleh GWR. Jumlah ini kemudian dibagi menjadi setiap 1300 barikade -- pada setiap baricade GWR menugaskan seorang Steward  sebagai Perwakilannya untuk mengawasi dan memastikan setiap gerakan peserta sudah tepat dan benar. Karena jika terjadi kesalahan gerak -- sepuluh persen saja  jumlah Peserta yang melakukan kesalahan gerak maka bisa menyebabkan gagalnya upaya ini.

Kita sama berdo'a semoga Guinnes World of Records mampu kita pecahkan. Dengan pemecahan Guinnes World Records oleh Indonesia ini kelak dengan sendirinya masyarakat Internasional akan tahu bahwa tarian Poco-Poco adalah milik Indonesia.  Bukan negara lain. Aamiin.






Referensi:
https://megapolitan.kompas.com/read/2018/08/06/08084671/upaya-indonesia-pecahkan-rekor-dunia-tari-poco-poco