Monday, March 30, 2015

Belajar, belajar dan belajar...

Hari ini aku mulai baca-baca bukunya Pakde Cholik tentang PERMAK BLOG SEMINGGU  Tanpa Pegel Linu, hehehe...

Tapi yang namanya belajar sendiri, alhamdulillah, sih, arahan Pakde sangat jelas. Experimen baru sampai halaman 20. Bagi blogger yang kebetulan jalan-jalan ke blog ini, jangan dulu di 'ketawain', ya, malahan kasih aku semangat, agar tidak mati tuh semangatnya untuk belajar apa aja, terutama untuk lebih baik lagi dalam tampilan blog.

Itu dulu deh ya, secara aku hari ini ada jadwal mengajar para anak yatim dulu. Sedikit sih muridnya, tapi Insya Allah, akan bertambah, soalnya mungkin mereka keberatan sih sama uang pendaftaran yang ditentukan oleh Dapur Dhuafa, walaupun bagiku soal tenaga mengajar a hundred percent gratis a.k.a. aku mengajar secara volunteer. Peralatan tulis, Insya Allah, bisa aku berikan langsung secara pribadi, mudah-mudahan bisa menjadikan semangat buat mereka.

Dalam hal mengajar ini, aku jadi belajar lho. Beneran. Gimana gak? Coba kalau kita mau mengajar, apa kita gak belajar dulu? hehe...pastinya harus belajar dulu, kan? Hal ini membuat otak kita tambah fresh karena mau gak mau kita harus bisa siap di hadapan mereka dan aku bisa menguasai materi biar lebih afdhol mengajarnya.

Dulu, beberapa tahun yang lalu, muridku juga dari lingkungan di mana aku tinggal. Jumlahnya lumayan sekitar tigapuluh orang murid SD/SMP. Mereka semua, yang keluarganya tergolong ekonominya. di bawah standard.  Jadi mengajar secara sukarela, sangatlah merupakan hal yang membahagiakan bagiku. Ketika ada seorang ibu, Ketua Majlis Taklim di wilayah tempat tinggalku, yang begitu mulia hatinya menyediakan fasilitas, berupa tempat untuk belajar.

Oops, aku belum sebutkan ya, aku memberikan pelajaran Bahasa Inggris, dari sedikit ilmu yang aku punya. Alhamdulillah, anak-anak didikku yang dulu, menonjol di sekolah dalam mata pelajaran bahasa Inggris. Ada juga seorang siswa yang sudah kuliah, dan harus menghadapi sebuah interview dalam bahasa Inggris. Ini pun aku bimbing, hingga ia memiliki percaya diri. Pengucapan bahasa Inggris aku gembleng hingga betul-betul  percaya diri melekat erat pada dirinya.  Alhamdulillah, ia lulus dalam interview dan diterima di sebuah kantor di Singapura.  Entah bagaimana kabarnya sekarang. Mudah-mudaha, bahasa Inggrisnya sudah semakin baik. Aamiin.


CATATAN: Jangan kaget dengan warna coklatnya ya, karena kebetulan hari ini aku lagi suka banget sama warna coklat. But within a few days I'll change it with another bright color. We'll see.