Minggu, 07 Juni 2015

Di Sebuah Surau Ada Mahar untuk-Mu

05d38b1d55c47669e14de0ddbd5020ae_antologi-surau
Di dalamnya ada naskahku, tapi aku tak pernah memiliki buku antologi ini sampai saat ini.




Hari ini aku searching list postingan-postinganku, ternyata ada draft beberapa tahun yang lalu yang lolos untuk di publish. Kenapa? Karena realisasi dari buku yang seharusnya sudah diterima oleh para kontributor tidak juga sampai ketangan kami. Pun karena blog yang kumiliki sudah lama tidak pernah aku tengok., hehe... Sungguh terlalu!

Walaupun sudah bertahun kulewati, tetap saja harapan itu masih ada untuk bisa memiliki buku Antologi pertamaku, yang diberi judul karya tulisan salah seorang kontriutor Ady Azzumar --  Di Sebuah Surau Ada Mahar Untuk-Mu.

Untuk pertama kalinya aku memberanikan diri berpartisipasi dalam sebuah lomba menulis untuk antologi alias karya keroyokan. Tak apa aku ingin menguji kemajuanku dalam menulis. Tanpa mengikuti sebuah ajang lomba, kita tak pernah tahu apa kemajuan yang kita peroleh. Karena itu tanpa ragu aku mengikuti lomba menulis antologi yang diadakan oleh Penerbit Gawang Berkarya.

Namun kemudian setelah di tunggu-tunggu, tak ada realisasi tentang apa yang harus dilakukan oleh para kontributor. Padahal kami semua siap untuk membayar harga per buku antologi. Di dalamnya ada naskah kami, jadi seyogianyalah kami siap untuk mengeluarkan biaya untuk mendapatkan hasil nyata dari sebuah lomba menulis yang kerennya bernama "antologi" -- maksudnya tentu saja buku hasil dari sebuah kumpulan tulisan para kontributor. Tapi tak ada kabar beritta hingga tahun berganti tahun. Pernah aku berinisiatif untuk menanyakan hal ini, namun hasilnya nihil. Tidak ada respon, baik dari pihak Penerbit Gawang Berkarya, maupun dari seorang Penulis yang tulisannya dipilih untuk judul buku antologi tersebut  --  Ady Azzumar -- Di Sebuah Surau Ada Mahar untuk-Mu.

Intinya, bukan hanya aku, tapi mungkin juga para kontributor menginginkan memiliki hasil karya mereka, walaupun karya tersebut baru merupakan karya 'keroyokan' Tidak apa-apa, yang penting hasil buah pikiran yang tercurah ke dalam tulisan bisa dilihat secara nyata dalam sebuah buku. Sebuah kebanggaan yang akan mampu memicu semangat untuk tetap berkarya.

 

Empat tahun yang lalu....

Gawangnya Berkarya

PEMENANG NASKAH TERBAIK LOMBA MENULIS PUISI & CERPEN - EVEN KE-2 BERSETINGKAN "MASJID, SURAU, MUSHOLAH, ATAU LANGGAR

by Gawangnya Berkarya on Monday, 19 December 2011 at 22:57

Bismillahirrahmannirrohim


Assalamu’alaikum Wr Wb

Alhamdulillah tepat tgl 28 November 2011 semoga di awal tahun baru Islam bisa menjadikan awal bagi diri kita untuk saling mengintropeksi diri. Hari ini, sesuai amanah dan janji kami, kami akan mengumumkan nama-nama naskah terbaik dan terpilih buat dibukukan.

Buat naskah terpilih, selamat ya, dan naskah akan kami bukukan paling lama 2 bulan. Karena naskah sudah kami edit dan susun rapi. Hanya saja untuk antalogi Puisi, mohon maaf kami tidak bisa mencantumkan nama biodata peserta. Karena peserta sedikit sekali yang mengirimkan biodatanya. Jadi bila kami harus menanti kembali akan menunggu lama, belum lagi proses ke penerbit dll.

Naskah puisi sebenarnya semuanya ingin kami bukukan, tapi melihat kekualitasan puisi, karena sudah beberapa kali juri mencoba membantu untuk mengedit naskah tersebut untuk diikutkan dalam 1 buku tapi tetap tidak bisa, karena naskah tersebut belum “renyah” dinikmatin sebagai puisi. Karena bahasa terlalu standar, judul, isi, dan penuturan dalam tipografi masih jauh dari harapan.

Untuk naskah Cerpen banyak sekali yang tidak bisa kami ikutkan, karena: 1) judul dan setting masih jauh dari yang kami harapkan. 2) isi dan pesan masih belum bisa kami dapatkan karena ada beberapa naskah di awalnya bagus tapi di tengahnya terkesan menghayal. 3) kami hanya memilih naskah cerita pribadi atau cerita yang menyentuh di hati. Bukan kisah aib, bukan kisah hayalan, bukan kisah terkaan. Artinya, ada beberapa naskah yang banyak sekali percakapan dibanding kisah bernarasi atau deskrifitif.

Oleh karena itu buat naskah yang tidak terpilih kami minta maaf sedalam-dalamnya untuk terus berkarya. Naskah yang tidak terpilih boleh ditarik kembali silahkan direvisi dan bisa diikutkan kembali pada lomba-lomba berikutnya. Buat nama naksah terpilih nantikan kelanjutan kabar buku terbit selama 2 bulan kedepan.

Biodata Pemenang Cerpen Terbaik :

Sjahrijati Yati Rachmat, lahir di Cirebon, pada tanggal 10 Juli 1939. Ayah Sumatera Barat, ibu Bogor. Sekolah SMA di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kuliah di Universitas Krisnadwipayana, Fakultas Hukum (3 tahun, non-graduate), Akademi Bahasa Asing (Bahasa Inggris) – Akademi Jakarta – 2 tahun, non graduate). Tahun 1967 sampai dengan 1991 bekerja sebagai staff di Unicef Jakarta; tahun 1991-1999 bekerja sebagai temporary staff  di berbagai perusahaan asing). Sejak tahun 1999 hingga sekarang sebagai tenaga sukarela mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak yang kurang mampu mulai dari Kelas 5 Sekolah Dasar s/d kelas 3 SMA. Memberikan kursus privat, bila diperlukan bagi mereka yang ingin melancarkan conversation dalam bahasa Inggris. Pengalaman menulis: Cerpen dimuat di majalah FEMINA no.129, tanggal 14 Maret, 1978, hal.52/58 berjudul NELIA (dengan nama pena: Hendra J.) – Catatan: nama pena kini tidak dipakai lagi.)

 

Catatan: Kalau tidak karena di-tag oleh Mas Abi Sabila, mungkin aku tidak pernah tahu bahwa ada ajang untuk Menulis semacam ini. Alhamdulillah aku dan Mas Abi Sabila dengan cerpennya "Rumah Kedua" akan berada dalam satu buku Antologi. Judul Antologi itu adalah: Di Sebuah Surau Ada Mahar Untuk-Mu, karya Mas Adi Azzumar dkk. 


2 komentar:

  1. Wah jadi pengen ikutan lomba seperti bunda.... 😘

    BalasHapus
  2. Dear Hasana Annas, belakangan ini, mungkin, ada beberapa penyelenggara lomba antologi yang mengecewakan kontributor, maka sudah jarang ajang lomba seperti ini. Bagi bunda, walau pun begitu, andai ada lomba menulis antologi lagi, bunda insya Allah akan tetap berpartisipasi. Terima kasih kunjungan Hasana ke blog bunda.

    BalasHapus