Thursday, August 13, 2015

Grand Canyon di Majalengka?

Iseng liburan ke Majalengka di awal bulan Agustus ternyata telah menyebabkan milik kesayanganku SONY Xperia hilang dari haribaanku, hiks... Trus, mau diapain kalo udah ilang? Usaha juga udah koq. Usahanya apa? Adaa... aja!  Btw, sebenarnya sih ke Majalengka itu pengen banget liat dan mengunjungi yang namanya Grand Canyon. Ternyata Grand Canyon bukan cuma ada di Amrik, tapi di Indonesia juga ada, bahkan kata si Mbak-ku baguuus banget. Itulah sebabnya diatur perjalanan ke Majalengka. 


Tapi, ternyata, oh, ternyata, ada kepentingan lain yang lebih penting dari sekedar rekreasi, sehingga batal deh wisata ke Grand Canyon Majalengka itu. 

Malahan berujung hilangnya sang Sony Xperia-ku. Tak ada lagi hape yang akan kugenggam seperti ini:

Sumber gbr. www.muslimahcorner.com
Pengalaman kehilangan handphone kesayangan tidak akan berbekas dalam hati. Aku ikhlas, karena aku yakin hanya sampai di situlah aku berhak memilikinya. Semoga aku akan mendapat gantinya yang lebih bagus dan lebih canggih. Aamiin.

Melihat foto-foto yang indah di bawah ini jelas masih ada keinginan yang terpendam untuk balik lagi ke Majalengka, one day, if possible.
Sumber gb: kukurusukofmajalengka.blogspot.com


Sumber gbr.: kukurusukofmajalengka.blogspot.com
Balik lagi ke Sony-ku -- usahaku apa? Begini: ketika aku sadar hape-ku hilang, segera aku miskol ke nomor hapeku, masih ada nada dering, aku tunggu beberapa saat, gak ada yang angkat -- aku tutup -- kemudian aku telpon lagi  -- gak ada nada dering, handphone dalam keadaan mati. Apa daya? Masih juga aku berusaha dengan jalan mengirimkan SMS yang bunyinya antara lain, seperti ini.

"Kepada siapa saja yang menemukan hape Sony Xperia (yang sekarang pastinya ada pada anda!), mohon bantuannya untuk mengirimkan kartunya saja dan memory card, karena banyak alamat dan foto yang saya perlukan.  Handphone silahkan diambil, gapapa. Tapi tolong kirimkan kedua benda kecil itu ke alamat saya sbb.: (tulis deh alamatku) Trus dibawahnya aku beri catatan: Tidak perlu ditulis nama dan alamat pengirimnya. Terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya."

Mungkin ini usaha yang sia-sia, tapi itulah aktivitas yang aku lakukan saat itu. Ternyata memang NIHIL. Siapa juga yang mau repot-repot ngirimin kedua benda kecil yang gampang banget dibuka dari handphone dan dilempar kemana aja, hehe.. Tapi setidaknya aku puas sudah berusaha. Setelah itu aku pasrah dan bangga juga di hati karena sudah bikin seseorang (siapa aja yang nemuin handphone-ku) bergembira dan berbahagia -- yang lagi gila handphone pasti dia pake sendiri -- yang lagi butuh duit, pasti cepet-cepet deh dia ke counter-hape dan dijual tuh handphone hasil mungut, qiqiqiii.... 

"Berapa aja deh, Mas, yang penting saya dapat duit." pasti itu ucapannya di depan counter hape. #soktau

Last but not least: semoga Allah masih mengizinkan aku dan memberiku kesehatan, stamina yang super dan dompet yang padat (berisi doku tentunya, bukan bon utang, wkwkwk...) untuk kembali menuntaskan keinginanku melihat Grand Canyon di Majalengka dan beberapa tempat wisata indah lain di sekitar Majalengka. Aamiin.