Sunday, August 16, 2015

Menulislah, Apa Pun Yang Ingin Kau Tulis

Ada yang bilang menulislah setiap hari walaupun sebaris atau dua baris. Lha, mau nulis apa ya, kalo cuman 1 or 2 baris di blog? Tapi daripada dua baris kan lebih banyak lebih baik. Sebetulnya pengen banget bikin postingan tentang 'aktivitas' di desa si Mbak yang menarik dengan foto-foto yang terbawa di hape Android yang hilang, hiks... Tapi ya sudahlah, yang hilang biarlah berlalu. Tapi ini ada lho beberapa foto dari hapenya puterinya si Mbak, yang diam-diam dia juga membidiknya dengan kamera hapenya yang....ssstt...jadul.

Alhamdulillah, ada fotoku di dalamnya. Aku bisa pamerin nanti ya keadaan kekeringan di sawah-sawah dan perkebunan di desa si Mbak. Tapi sabar dulu. #emangguepikirinfotolu... hiks...

Foto-foto itu belum bisa di upload karena card-readerku pecah, tanpa sengaja 'kedudukan' sama siapa, ya? Dan belum ada gantinya. Aku sendiri harus bersabar untuk memuat foto-foto dalam postingan ini.
Narsis dulu sebelum masuk Gedung Sport Centre Alam Sutera
Agar postingan ini gak terlalu sepi, di atas aku pajang fotoku dulu deh ya bersama my best tetangga. Dan untuk bukti #buktibuatsiapa, hari ini wajahku jauh dari mantengin komputer  aku upload dulu foto di atas.

Untuk melatih jemari malam ini yang sedari pagi hingga sore hari gak sempat berdancing-ria di atas toets karena si empunya jemari harus menghadiri pesta pernikahan salah seorang tetangga bersebelahan tembok dengan rumahku di Pamulang dan untuk membuktikan -- menulis itu gampang -- kalau kita jujur bercerita, hehe...#emangnyabiasanyagakjujurapa?

Pengantinnya? Ya, ampuuun, sampe pangling. Cantiiik dan bener-bener 'manglingi'. Itu baru perias yang handal! Bukan berarti sang pengantin itu tidak cantik lho, tapi ketika di di make-up pengantin keliatan banget bedaa... Mungkin juga (biasanya) calon pengantin dengan adat Jawa, jauh-jauh hari harus berpuasa, supaya wajahnya "manglingi."

Acara kirab juga sangat menarik karena diiringi dengan tembang Jawa. Coba aja ada hapeku yang oke itu pasti aku buat videonya. Menarik banget. Belum lagi ada tarian Srikandi dan Buto Cakil sebelum para tamu mengucapkan selamat kepada kedua mempelai dan kedua pasang ibu dan bapak yang berbahagia.

Aku suka banget dengan tarian yang disajikan, sampe-sampe aku maju kedepan untuk mengambil foto kedua penari itu. Hasilnya? Wait and see tomorrow.

Ih, koq jadi ngelantur ya, dari cerita desa si Mbak langsung ke pernikahan anak tetanggaku. Tapi harus dimaklumi hal ini untuk mengingat-ingat hari ini, Minggu, 16 Agustus 2016 ada sepasang suami-isteri yang berbahagia karena telah melepaskan salah satu anak gadisnya bersanding dengan pria idaman, dan segera membangun rumah tangga yang mawaddah, sakinah, warrohman. Aamiin.

Itu dulu deh, ya, foto-foto untuk mempermanis postingan ini akan menyusul.

Btw sangat keliatan kekompakan kami satu RT dari pengaturan berangkat ke tempat acara kompak saling berbagi penumpang di masing-masing mobil milik warga, sehingga tidak ada kesulitan untuk menghadiri resepsi pernikahan yang diadakan di Sport Centre, Alam Sutra, BSD, Serpong. #jadiingatacaraflavorbliss, hehe...