Rabu, 30 September 2015

Ilmuku Bertambah Karena Networking

Mutia Erlisa Karamoy

Untuk memenuhi pembelajaran dari Cikgu Ani Berta tentang Networking, aku telah mempunyai seorang teman yang bisa menjadi teman baruku, namanya Mutia Erlisa Karamoy.  Tapi mengingat teman yang aku lamar ini, hehe...mempunyai bermacaam-macam profesi, sebagai ibu rumah-tangga, isteri yang mengabdi pada suami tercinta, mengurus anak-anak permata hati buah cinta kasih, sebagai Penulis, sebagai Freelancer. Sedangkan aku sendiri? Seorang Nenek rumahan yang banyak kesibukan juga, hahaha...gak mau kalah sama Mutia. Bisa dibayangkan betapa sulitnya kami mencari waktu untuk klop bisa ngobrol online.Aku berharap Ilmuku Bertambah Karena Networking ini.

Kami sudah sepakat  hari Sabtu/Minggu untuk jeda ngobrolnya -- kami manfaatkan betul waktu libur untuk our own privacy.  Karena jarak tempat tinggal kami sangat jauh, aku di Ciputat, Tangerang Selatan, sedangkan Mutia tinggal di Balaraja. Amboooi... gak kebayang deh untuk ketemuan. Apalagi Mutia memiliki tiga orang anak, dua orang putra laki-laki dan seorang puteri. Sudah pasti sangatlah sulit mengatur waktu untuk bepergian, sekalipun aku telah menawarkan rumahku untuk kopdar, sekali pun bersama anak-anak Mutia. Namun hal itu sulit dilaksanakan

2 permata hati Mutia: Beril dan Razan


Si bontot Aisha yang manis dan centil


Obrolan via inbox atau via email pun terpaksa menjadi  pilihan kami, demi terlaksananya sebuah Networking yang solid. Ternyata walaupun obrolan via chatting di inbox, tetap saja seru seolah kami dua kawan lama yang baru ketemu dan asyik ngobrol ngalor ngidul menanyakan perihal keadaan diri masing-masing.. Asyiik juga obrolan online berkesinambungan seperti yang kami lakukan.Terkadang aku katakan kepada Mutia: "Bunda harus solat dulu, atau bunda harus nemenin cucu bobok dulu. Kalau Mutia mau chatting, biarkan chattingan "bererot" nanti secepat bunda sempat membukanya akan bunda jawab." Hehe...lucu juga sih ya, begitu juga Mutia, kalau aku sedang tidak online, Mutia melakukan hal yang sama. #Chattingsendirinihyeee...Yeeaayy...yang penting networking tetap lanjut dan terjalin rapih.

Mengenal Mutia, aku seolah mendapat sebuah tambahan ilmu tentang apa itu Freelancer. Selama ini, aku seringkali bertanya-tanya ketika membaca status seseorang dituliskan sebagai "Freelancer". Selalu timbul tanya di hati: "Apaan sih kerjanya seorang Freelancer itu?" Nah, alhamdulillah melalui Networking ini perkenalanku dengan  Mutia, tidak saja mengenalnya sebagai seorang Penulis, member dari Grup Ibu Ibu Doyan Nulis, Ibu Rumah Tangga yang gesit, tetapi juga mengenalnya sebagai seorang yang bisa menjelaskan apa yang disebut Freelancer, Ghostwriter atau E-book. Aku jadi bisa sedikit mempelajarinya dari Mutia...Sssstt....jangan bilang-bilang Mutia, ya, aku menuliskan yang ini. Mutia itu sangat rendah hati, jadi aku terpaksa menjelaskan kepada Mutia kalau aku dulu keluar dari bisnis online gegara gak mampu embuat E-book.
Mutia (duduk jilbab putih) bersama Grup IIDN
Sebelum aku bahas soal penjelasan Mutia tentang hal-hal di atas, aku seling dulu dengan penjelasan yang penting -- Mutia memiliki minat menulis sejak kecil, jiwanya di bidang menulis berlanjut hingga dewasa dengan mengirimkan cerita-cerita anak yang dikirimkan Mutia ke Majalah Bobo, namun hal itu terhenti karena kesibukan-kesibukan lain dan kondiri kedua orang tua yang tidak memungkinkan bagi Mutia untuk lanjut menulis.

Minat Mutia untuk menulis berlanjut baru empat tahun yang lalu, menghasilkan sebuah buku antologi bersama penulis-penulis dari IIDN -- buku antologi berjudul  "Berpikir Positif" yang dirilis bulan Novembeer 2014 yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Keren banget, kan? Satu lagi karya Mutia yang sedang digodok oleh Penerbit salah satu Penerbit Mayor.

Buku Antologi Pertama Mutia bersama rekan-rekannya dari IIDN yang diketuai oleh Mbak Indari Mastuti.

Mutia, wanita penuh semangat ini berbintang Leo, menekuni kembali dunia kepenulisan berawal dari blog sekitar 4 tahun belakangan. Mutia juga rupanya pernah terjun ke dunia bisnis online, dan seperti halnya aku sendiri, aktivitas tersebut ditinggalkan karena menurut Mutia, ia ingin mengejar mimpi  menjadi Penulis. Ternyata keteguhan niat dan minat yang besar, mimpinya menjadi kenyataan -- berawal dari menulis di blog untuk keperluan posting produk, alih-alih Mutia menjadi Penulis Freelance untuk beberapa Website. Wuiih, kereeen... Aku senang mendengar kata Freelance ini. Kata yang selalu memancing keingintahuanku, dan selalu membuat penasaran tentang cara kerjanya seorang freelancer, hehe...#kepoooterus.. Mudah-mudahan Ilmuku Bertambah Karena Networking, hehe... berkenalan dengaan seorang Freelancer, ghostwriter, Penulis yang ramah walaupun belum bertatap muka.

Mutia membuka mata dan pikiranku bahwa Freelancer itu adalah bekerja tanpa Bos, tidak brgantung kepada jam kantor, bahkan tidak memiliki kantor, hehe...kantornya ya, di rumah Sang Freelancer-lah... Harus memiliki tanggung jawab yang penuh akan tugasnya, walaupun tanpa Bos. Menjadi freelancer berarti you are the boss of your own, so you have to be having a sense of responsibilities. Tidak mudah, mengingat Mutia juga seorang ibu rumahtangga. Namun, berkat keuletannya dan kepiawaiannya mengatur jadwal kerja baik untuk di rumah atau untuk tugasnya sebagai freelancer. Tugas sebagai seorang Freelancer ini pekerjaannya mencakup beragam tugas yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, sesuai dengan Job Description yang diberikan oleh Pemakai Jasa. Mutia menjalankan tugasnya dengan mulus, sehingga Mutia merasa bersyukur bahwa Mutia bisa menangguk income yang memadai dari tugas-tugasnya tersebut.  Sekali lagi salut untuk Mutia. Mutia juga sangat bersyukur bahwa profesinya sebagai Penulis bisa mendatangkan hasil yang diharapkan. 

Tanpa mengurangi kepuasannya menjadi seorang Freelancerr, Mutia juga mengakui ada suka dukanya menjadi Freelancer. Sukanya bekerja freelance jelaslah mendapatkan tambahan penghasilan. Dukanya, menurut Mutia, banyak. Terkadang deadlinenya yang sangat sempit, sehinga harus bekerja ekstra dalam mmbagi waktu antara menulis dan anak-anak. Terkadang ada juga klien yang melanggar kesepakatan kerja -- pekerjaan yang diberikan tidak sesuai dengan Job Description yang disetujui semula  -- ada tambahan pekerjaan setelah "deal" dilakukan dan JD dibuat. Menurut Mutia, memang pada awalnya sih oke-oke aja tuh, hehe...tapi lama-lama ketegasan juga yang harus ditrapkan sebelum penandangan kontrak kerja atau pekerjaan harus sesuai dengan tersebut dalam JD.

Mutia, wanita Penulis berbintang Leo ini juga seringkali menjadi Ghostwriter, bahkan banyak menghasilkan tulisan-tulisan tapi namanya tidak tertera di sana. Memang agak gimanaa..gitu perasaannya, tapi karena begitulah tugas seorang penulis yang disebut Ghostwriter -- kita yang babak belur -- tapi orang lain yang terexpose atau terkenal....tapi kan dokunya Mutia sudah terima, hehehe... Terima kasih Mutia sudah mau jadi teman Bunda dan kini Ilmuku Bertambah Karena Networking.

The Beauty of Networking




16 komentar:

  1. Seneng ya bun....bertemen dg ibu mutia...yg punya multi talent...tp di mataku bunda jg py byk kelebihan... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi, nani. Iya, betul sekali, bunda jd merasa bngt kekurangannya. Mksh kunjungan nani ke blog bunda. Mksh jg pujiannya. Aamiin.

      Hapus
  2. Good job
    Freelancer memang ditakdirkan untuk mereka yg suka kebebasan, kedinamisan dan kreativitas tentu dengan penuh tanggung jawab

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you. Betul sekali, Raja BlackWhite. Terimakasih kunjungan Raja ke blog Bunda. Salam kenal dr Ciputat.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  3. Mba Mutia dan bunda Yati sama kerennya, seneng ya bisa chatting tanpa harus barengan waktunya. Sama2 sibuk sih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe....tp gak selalu begitu. Sering jg barengan, seru. Lucunya kl lg g sempet kayak chatting with someone nowhere...lol kl ada ghostwriter ada jg gostchatter...lol

      Hapus
  4. Terima kasih banyak Bunda Yati, mohon maaf sangat karena seringkali chat kita terpending, setelah ini masih boleh curhat kan bun...hihihihi, efek di kepoin malah curhat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2, Mutia. Tentu boleh donk, malahan mungkin sekali kita bs saling berkunjung phisically. Insya Allah. Mksh kunjungan Mutia ke rmh online bunda.

      Hapus
  5. Balasan
    1. Terimakasih Pengbatan Diabetes Basah untuk pujian dan kunjungannya ke blog bunda.

      Hapus
  6. Wah saya jadi lebih mengenal Ibu Muthia nih,,,makasih ulasannya ya, Bun :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih kunjungan Cikgu Ani ke blog bunda. Sayang banget, ya, bunda gaki bisa berkunjung ke blog Cikgu Ani di Blogdetik karena blog bunda di blogdetik gak berhasil diubah ke newblgdetik.

      Hapus
  7. Mbak Mutia sama Bunda Yati sama-sama keren. Networking juga selain nambah ilmu juga nambah silaturahmi ya, Bun :)

    BalasHapus
  8. Terima kasih kunjungan Anggi ke blog bunda. Betul sekali, memang networking itu sangat membantu kita untuk menjalin pertemanan.

    BalasHapus
  9. Nice thought Bunda...dari mba Mutia ini jg saya jadi kepo. Apa siiih itu ghost writer hehe :D

    BalasHapus